Tangerang Gelar Tanam Perdana PM-AAS
Tangerang, 28/7/2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten menghadiri Gerakan Tanam Perdana Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang diselenggarakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tegal Kunir, Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menjadi bagian dari percepatan penerapan pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Kegiatan dihadiri oleh Plt. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten Andry Polos, S.Kom., M.Si., Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Marginal, Dr. Ir. Anny Mulyani, M.S., Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan Tiurmauli Silalahi, S.P., M.M., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Dr. Ir. Ujang Sudiarto, S.T., M.T., serta jajaran penyuluh pertanian Kabupaten Tangerang
Agenda kegiatan tidak hanya melaksanakan Gerakan Tanam Perdana PM-AAS, tetapi juga dirangkaikan dengan Sosialisasi Teknis PM-AAS yang disampaikan oleh Plt. Kepala BRMP Banten, Andry Polos, S.Kom., M. Si. Dalam paparannya, Andry menjelaskan konsep PM-AAS sebagai sistem budidaya padi modern yang mengintegrasikan penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, tanam benih langsung (tabela), pemupukan berimbang berbasis rekomendasi, pengelolaan air, serta penerapan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi usaha tani dan produktivitas lahan.
Sesi sosialisasi berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi mengenai teknis pelaksanaan PM-AAS, kesiapan petani, dukungan sarana produksi, serta strategi percepatan adopsi teknologi di tingkat lapangan. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan petani mampu menerapkan sistem budidaya yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui Gerakan Tanam Perdana PM-AAS ini, BRMP Banten menegaskan komitmennya sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pertanian di Provinsi Banten dalam mendiseminasikan inovasi, memperkuat kapasitas petani, serta mengawal implementasi program strategis pertanian. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan kelompok tani diharapkan mampu mempercepat peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT), mendorong modernisasi pertanian, dan mewujudkan swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.