Sekjen Kementan Pimpin Gerakan Pengendalian OPT di Serang
Serang, 2/8/2026 — Kementerian Pertanian bergerak cepat merespon serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang terjadi di sejumlah sentra pertanaman padi di Kabupaten Serang melalui Gerakan Pengendalian OPT. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Suwandi, M. Si., sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga produktivitas tanaman padi dan mendukung keberhasilan swasembada pangan nasional.
Sekjen Kementerian Pertanian didampingi oleh Plt. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten, Andry Polos, S.Kom., M. Si.,Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Suhardjo, S.Pi., M.M., serta para penyuluh pertanian yang selama ini aktif melakukan pendampingan kepada petani di lapangan.
Kegiatan diawali dengan peninjauan kondisi pertanaman padi yang terdampak serangan hama, dilanjutkan dengan gerakan pengendalian OPT bersama petani. Langkah ini merupakan respons cepat Kementerian Pertanian untuk menekan perkembangan serangan hama agar tidak meluas dan mengakibatkan penurunan produksi. Selain pengendalian di lapangan, dilakukan pula diskusi bersama penyuluh dan petani mengenai strategi pengamatan rutin, deteksi dini, serta penerapan pengendalian sesuai rekomendasi teknis.
Dalam arahannya, Dr. Suwandi menegaskan bahwa pengendalian OPT harus dilakukan secara cepat, serentak, dan berbasis hasil pengamatan lapangan. Peran penyuluh menjadi sangat penting dalam memberikan pendampingan kepada petani sehingga setiap gejala serangan dapat segera ditangani sebelum berkembang lebih luas. Dengan langkah yang cepat dan tepat, produktivitas tanaman diharapkan tetap terjaga dan target produksi pangan nasional dapat tercapai.
Sementara itu, Plt. Kepala BRMP Banten, Andry Polos, S.Kom., M. Si., menyampaikan bahwa BRMP Banten akan terus mengawal kondisi pertanaman melalui monitoring intensif bersama penyuluh dan pemerintah daerah. Pengawalan ini menjadi bagian dari implementasi arahan Kementerian Pertanian agar setiap permasalahan di lapangan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Melalui Gerakan Pengendalian OPT ini, diharapkan serangan hama dapat segera dikendalikan sehingga kondisi pertanaman padi tetap optimal, produktivitas tetap terjaga, dan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan dapat terus berjalan dengan baik