Respon Cepat Atasi Kekeringan, BRMP Banten Tinjau Kondisi Lapang di Pandeglang
Pandeglang, 22 Juli 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten bergerak cepat merespons dampak musim kemarau dengan melaksanakan tinjauan lapangan dan diskusi penanganan kekeringan di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawalan program strategis Kementerian Pertanian untuk menjaga percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Kegiatan dilaksanakan oleh Plt. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten, Andry Polos, S.Kom., M.Si., bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Marginal, Dr. Ir. Anny Mulyani, M.S., serta Tim Direktorat Hilirisasi Tanaman Pangan. Turut mendampingi kegiatan tersebut jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Pandeglang, dan Koordinator Penyuluh Kecamatan Sobang.
Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, sebagian areal persawahan di Kecamatan Sobang mengalami keterbatasan pasokan air karena didominasi lahan tadah hujan. Kondisi tersebut berpotensi menghambat percepatan tanam apabila tidak segera dilakukan langkah-langkah antisipatif, terutama pada musim kemarau yang sedang berlangsung.
Melalui diskusi bersama pemerintah daerah, penyuluh, dan petani, dirumuskan beberapa langkah percepatan penanganan, antara lain mengoptimalkan akses bantuan pemerintah berupa irigasi perpompaan (Irpom) dan irigasi perpipaan (Irpip), mengidentifikasi potensi sumber air baru, serta menyusun perencanaan pembangunan infrastruktur konservasi air untuk mendukung keberlanjutan usaha tani. Selain itu, disepakati perlunya memperkuat kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau-Ciujung-Cidurian (C3) dalam penyediaan dan pengelolaan sumber daya air bagi lahan pertanian.
Andry Polos menegaskan bahwa BRMP Banten akan terus mengawal percepatan penyelesaian berbagai kendala di lapangan melalui sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan instansi terkait. Dengan langkah responsif dan kolaboratif, diharapkan permasalahan kekeringan dapat segera diatasi sehingga percepatan luas tambah tanam tetap berjalan optimal, produktivitas pertanian terjaga, dan target swasembada pangan nasional dapat tercapai secara berkelanjutan.