Petani Kasemen Kota Serang Genjot MT III
Serang, 02/12/2025 — Upaya peningkatan indeks pertanaman kembali digencarkan melalui Gerakan Tanam (Gertam) Padi Musim Tanam (MT) III di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Kegiatan yang didampingi Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten ini menyasar lahan seluas 8 ha milik Kelompok Tani Harja Mukti II sebagai langkah percepatan tanam dan penguatan produksi pangan di wilayah pesisir utara Serang.
Poktan Harja Mukti II merupakan kelompok tani yang memiliki 40 anggota aktif yang mengelola total lahan 50 ha. Jika sebelumnya hanya melakukan dua kali tanam setahun, kini para petani mulai memaksimalkan potensi lahan melalui tanam tiga kali setahun. Poktan ini telah lama membudidayakan berbagai varietas seperti Mekongga, Cakrabuana, dan Ciherang, dan pada MT III ini memilih varietas unggul Inpari 32. “Hasil rata-rata yang diperoleh petani adalah 6–7 ton per ha,” ujar Sanan, Ketua Poktan Harja Mukti II. Dengan produktivitas stabil tersebut, tiga kali musim tanam di lahan 50 ha menjadi peluang peningkatan produksi signifikan bagi petani.
Inpari 32 dikenal sebagai varietas unggul yang sangat sesuai untuk agroekosistem Banten. Varietas ini memiliki gabah berukuran besar, hasil nasi yang pulen, serta ketahanan kuat terhadap hawar daun bakteri (HDB). Produktivitasnya tinggi dan fleksibel ditanam di berbagai ketinggian hingga 600 mdpl. Meski demikian, petani dianjurkan melakukan pergiliran varietas agar ketahanannya tidak menurun akibat tekanan hama dan penyakit yang terus-menerus pada satu jenis varietas.
Kegiatan Gertam ini dipimpin langsung oleh Kepala BRMP Banten Dr. Suharyanto, SP, MP, dan turut dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pemanfaatan Sumberdaya Lahan Marginal, Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Banten, perwakilan Kepala Balai Besar PPMBTPH, Kepala Bidang Pertanian DKP3 Kota Serang bersama penyuluh dan POPT Kecamatan Kasemen, dan Tim LTT BRMP Banten. Kolaborasi lintas pihak ini menjadi momentum penting dalam mendorong keberhasilan Indeks Pertanaman (IP)300 sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam menjaga stabilitas produksi padi menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan.