Koordinasi Percepatan LTT Banten di Kabupaten Serang: Optimalkan Potensi Tanam Februari 2026
Serang, 20/2/2026 — Upaya percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Provinsi Banten terus diperkuat melalui Koordinasi Percepatan LTT di Kabupaten Serang yang dilaksanakan di BPP Padarincang, BPP Kecamatan Cinangka, dan BPP Kecamatan Mancak. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan target tanam bulan Februari dapat tercapai melalui pemantauan langsung kondisi lapangan.
Koordinasi dihadiri oleh Plt. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Banten, Andry Polos, S.Kom., M.Si., Ketua Kelompok Pendampingan dan Modernisasi Pertanian Nofri Amin, S.ST., M.P., dan Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Kota Serang, Kartono, S.P., M.P., serta jajaran penyuluh pertanian Kabupaten Serang.
Plt. Kepala Balai Besar BRMP Banten menegaskan bahwa percepatan LTT harus terus dilakukan melalui monitoring lapangan secara intensif dengan penentuan strategi percepatan yang tepat. Selain itu, ditekankan pentingnya mengidentifikasi potensi tanam yang masih tersedia untuk dimaksimalkan, serta melakukan analisis tren tanam guna menentukan strategi lapangan yang sesuai dengan karakteristik wilayah yang berbeda. Target LTT Kabupaten Serang bulan Februari ditetapkan sebesar 10.397 Ha, yang diharapkan dapat dicapai melalui kerja bersama seluruh pihak.
Sementara itu, Ikhsanudin selaku Ketua Tim Kerja Penyuluh Kabupaten Serang, menyampaikan perkembangan capaian dan potensi di masing-masing kecamatan. Untuk Kecamatan Padarincang, target LTT sebesar 1.357 Ha dengan tambahan potensi kesanggupan tanam 200 Ha, sehingga total potensi mencapai 1.518 Ha atau berpeluang melampaui target. Kecamatan Cinangka memiliki target 433 Ha, dengan kesanggupan tanam 366 hektare serta tambahan potensi 50 Ha, sehingga total potensi mencapai 416 Ha.
Koordinator Penyuluh Kecamatan Padarincang menyampaikan bahwa wilayah ini memiliki Luas Baku Sawah (LBS) terluas di Kabupaten Serang, yakni 3.584 hektare. Indeks pertanaman (IP) telah mencapai IP 3, meskipun pola tanam belum serempak karena ketersediaan sumber air yang melimpah. Pihaknya menekankan perlunya perhatian terhadap ketersediaan benih mengingat kebutuhan di lapangan sangat tinggi, serta menyebutkan bahwa potensi hujan masih dapat dimanfaatkan untuk mendorong penanaman di lahan bera. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan traktor untuk pengolahan lahan tahap selanjutnya.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh Kecamatan Cinangka menjelaskan bahwa pola tanam di wilayahnya biasanya diatur agar panen berlangsung pada bulan Ramadan guna menjaga ketersediaan stok beras. Kecamatan Cinangka memiliki LBS sekitar 1.100 Ha yang menjadi basis pengembangan tanam padi.
Koordinator Penyuluh Kecamatan Mancak menyampaikan adanya tambahan potensi tanam sebesar 150 hektare dari target yang telah ditetapkan. Namun, masih terdapat kendala berupa lahan eksisting dengan kondisi jaringan irigasi yang rusak, sehingga lahan tersebut belum dapat dioptimalkan sepenuhnya.
Melalui koordinasi lapangan ini, diharapkan strategi percepatan LTT dapat disesuaikan dengan kondisi spesifik wilayah, kendala teknis dapat segera ditindaklanjuti, serta target tanam bulan Februari dapat tercapai guna mendukung keberlanjutan swasembada pangan Provinsi Banten.